Penelusuran Kasus Inkompabilitas pada Pasien Multitransfusi Rumah Sakit Kanker Dharmais pada Bulan Februari 2019
Tes yang dilakukan pada pemeriksaan pra-transfusi termasuk tes serologi yang menentukan kompatibilitas darah donor untuk resipien. Mendapatkan darah yang kompatibel merupakan hal yang harus dicapai agar reaksi transfusi tidak terjadi. Inkompabilitas pada resipien multitransfusi terjadi bisa karena adanya alloantibodi yang ada di dalam serum resipien dan spesifik dengan antigen donor, bisa juga disebabkan oleh autoantibodi yaitu, terdapat antibodi yang coated dengan sel darah merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab inkompabilitas dan jumlah kasus serta persentase alloantibodi dan autoantibodi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Jenis penelitian analitik observasi untuk penelusuran kasus inkompabilitas. pada resipien yang mengalami inkompabilitas. Metode Penelitian dilakukan pemeriksaan golongan darah, skrining antibodi, identifikasi antibodi, DCT (Direct Coombs Test), Elusi. Jumlah kasus yang ditemui selama tahun 2018 terdapat 24 kasus inkompabilitas dari 12 resipien multitransfusi dan ditemukannya alloantibodi M sebanyak empat kasus (17%), autoantibodi ditemukan sebanyak 12 kejadian (60%) dan delapan drug induced. Jumlah kasus yang ditemukan pada bulan Februari 2019 sebanyak tiga resipien yang mengalami inkompabilitas, dua kasus (66%) autoantibodi
dan satu (34%) drug induced. Simpulan ketidak cocokan darah donor dengan darah resipien disebabkan oleh adanya aloantibodi dan autoantibodi. Sehingga mengetahui penyebab perlu untuk dilakukan. Terdapat 24 kasus inkompatible pada tahun 2018 menunjukan adanya empat alloantibodi M dan 12 non spesifik, delapan drug induced dan pada Februari 2019 ditemukan dua nonspesifik, satu drug induced.
Detail Information
Citation
. (2019).Penelusuran Kasus Inkompabilitas pada Pasien Multitransfusi Rumah Sakit Kanker Dharmais pada Bulan Februari 2019.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd