Gambaran Hasil Uji Silang Serasi Inkompatibel pada Auto Kontrol di UTD PMI Kota Bandung
Pemeriksaan pra-transfusi disebut uji kecocokan atau Uji Kompatibilitas. Dalam pemeriksaan pra-transfusi terdapat serial pemeriksaan untuk mendapatkan darah yang sesuai untuk transfusi darah. Serial pemeriksaan tersebut adalah Pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus pasien dan donor, Uji saring dan Identifikasi antibodi donor dan pasien, Uji silang serasi/ Crossmatch Test yang disebut juga Compatibility testing antara darah donor dan pasien. Hasil uji silang serasi yang dianggap aman untuk pasien yaitu apabila hasil mayor, minor dan autokontrol semuanya negatif. Darah donor dinyatakan cocok (kompatibel) dengan darah pasien, berarti darah tersebut dapat ditransfusikan kepada pasien. Apabila hasil uji silang serasi salah satu atau lebih dari satu atau semuanya positif, maka darah donor dinyatakan tidak cocok (inkompatibel) dengan darah pasien. Artinya darah tersebut tidak dapat ditransfusikan kepada pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui persentase hasil uji silang serasi inkompatibel pada auto kontrol di UTD PMI Kota Bandung tahun 2019. Jenis penelitian adalah deskripsi dengan mengambil data sekunder dari data permintaan darah yang dilakukan pemeriksaan uji silang serasi. Jumlah sampel adalah 12.347 yang telah dilakukan pemeriksaan uji silang serasi di UTD PMI Kota Bandung tahun 2019. Data hasil pemeriksaan uji silang serasi kompatibel sebanyak 11.317 sampel (92%) dan hasil inkompatibel sebanyak 1.030 sampel (8%). Dari hasil uji silang serasi inkompatibel, terdiri dari hasil inkompatibel pada mayor sebanyak 604 sampel (59%) dan hasil inkompatibel pada auto kontrol sebanyak 426 sampel (41%).
Detail Information
Citation
. (2020).Gambaran Hasil Uji Silang Serasi Inkompatibel pada Auto Kontrol di UTD PMI Kota Bandung.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd