Gambaran Perbandingan Hasil Pemeriksaan Clia dan Nat Periode September 2019 sampai Juni 2020 di UTD PMI Kabupaten Bekasi
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) merupakan suatu upaya pengamanan darah pendonor, meliputi empat macam parameter penyakit yaitu, Hepatitis B, Hepatitis C, HIV dan Sifilis. Uji saring IMLTD dilakukan dengan metode Enzym Immuno Essay (EIA), Chemiluminescen Immuno Essay (CLIA) untuk mengetahui keberadaan Antigen/ Antibodi Virus di dalam darah, dan metode Nucleic Acid Test (NAT) yang dapat mendeteksi materi genetik virus berupa DNA/RNA. Metoda NAT sangat efektif digunakan karena dapat mendeteksi masa jendela (window periode) saat seseorang baru terinfeksi, namun kadar antigen/ antibodinya belum terdeteksi. Teknik penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif dengan mengolah data sekunder hasil pemeriksaan NAT Periode September 2019 sampai Juni 2020 di UTD PMI Kabupaten Bekasi. Uji saring IMLTD dengan metoda CLIA dengan total 51.430 sampel CLIA Non Reaktif, dilakukan pemeriksaan NAT sebanyak 3.212 (6,2 %). Hasil pemeriksaan NAT diperoleh 4 (0,124 %) sampel Reaktif. Hasil yang Reaktif tersebut ada 2 (0,429 %) sampel dari pendonor baru, 2 (0,072 %) dari pendonor berulang tidak rutin. Pada 4 (0,124%) sampel hasil NAT reaktif, seluruhnya berasal dari jenis kelamin laki-laki dengan 2 (0,116%) sampel dari kelompok usia 25-44 tahun dan 2 (0,159%) sampel lainnya dari kelompok usia 45-65 tahun. Untuk meningkatkan pengamanan darah, uji saring metoda CLIA hendaklah dilanjutkan dengan uji saring NAT sebagai pendamping. Seleksi calon pendonor hendaklah lebih ditingkatkan pada pendonor baru, berulang tidak rutin, jenis kelamin laki-laki dan usia 24-44 tahun dan usia 45-65 tahun.
Detail Information
Citation
. (2020).Gambaran Perbandingan Hasil Pemeriksaan Clia dan Nat Periode September 2019 sampai Juni 2020 di UTD PMI Kabupaten Bekasi.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd