Persentase Koinfeksi HIV-HCV Reaktif pada Donor Darah Metode CHLIA di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta pada Tahun 2018 Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah retrovirus yang biasanya menyerang makrofag dan sel T dalam sistem imun manusia. Orang yang terinfeksi HIV juga dapat mengalami koinfeksi yaitu infeksi simultan oleh dua virus. Salah satu koinfeksi yang dapat terjadi pada penderita HIV adalah Hepatitis C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase koinfeksi HIV-HCV di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 berdasarkan jenis kelamin dan usia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pendonor di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018 sebanyak 357.382 pendonor. Teknik pengumpulan data dengan mengambil data laporan pendonor dan hasil uji saring IMLTD di tahun 2018. Dari donasi yang didapatkan, di tahun 2018 terdapat 4 (0,001%) sampel yang reaktif terhadap koinfeksi HIV-HCV pada kelompok usia 26 – 35 terdapat 1 (25%) pendonor yang reaktif terhadap koinfeksi HIV-HCV, diikuti dengan kelompok usia 36 – 45 tahun terdapat 3 (75%) pendonor dan pada kelompok jenis kelamin ditemukan hasil reaktif terhadap koinfeksi HIV-HCV sebanyak 4 (100%) pendonor laki-laki dan tidak ditemukan hasil reaktif terhadap koinfeksi HIV-HCV pada perempuan. Saran untuk UTD PMI Provinsi DKI Jakarta adalah diperlukan adanya kajian terkait koinfeksi HIV-HCV metode NAT dan diperlukan peningkatan pengawasan kualitas pelaksaan uji saring darah donor untuk dapat menyingkirkan kesalahan manusia dalam kegagalan deteksi infeksi HIV dan HCV melalui pemeriksaan individual NAT.
Detail Information
Citation
. (2020).Persentase Koinfeksi HIV-HCV Reaktif pada Donor Darah Metode CHLIA di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta pada Tahun 2018 Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd