Persentase Alloantibodi pada Pasien Thalasemia di Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta Tahun 2018
Transfusi darah secara rutin merupakan terapi suportif bagi pasien thalasemia. Efek samping dari transfusi rutin yaitu dapat meningkatkan antibodi lain didalam tubuh Alloantibodi dapat dicegah dengan memberikan darah donor yang telah di uji skrining antibodi. Untuk mengetahui persentase alloantibodi pada pasien thalasemia di UTD PMI DKI Jakarta tahun 2018. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. 102 sampel pasien thalasemia yang telah dilakukan pemeriksaan skrining antibodi dengan metode ICT dilanjutkan dengan pemeriksaan identifikasi antibodi untuk mengetahui spesifikasi antibodi pada sampel pasien. Dari 102 sampel yang dilakukan pemeriksaan skrining antibodi terdapat 59 sampel yang dilanjutkan pada pemeriksaan identifikasi antibodi, hasil yang didapatkan 35 (59%) sampel nonspesifik, 10 (17%) sampel diduga anti-E, 5 (8%) sampel memiliki anti-E, 1 (1%) sampel memiliki anti-e, 1 (2%) sampel diduga anti-M, 1 (2%) sampel memiliki antiM, 2 (3%) sampel diduga anti-Mia, 1 (2%) sampel diduga anti-c, 1 (2%) sampel diduga memiliki anti-c , anti-E, 1 (2%) sampel memiliki anti-c , anti-E dan 1 (2%) sampel memiliki Jka. Pada penelitian ini didapatkan 59 (58%) dari 102 (100%) sampel pasien thalasemia yang memiliki alloantibodi akibat transfusi berulang. Dengan dilakukannya pemeriksaan skrining antibodi diharapkan dapat mengurangi resiko terbentuknya alloantibodi pada saat transfusi dengan memberikan darah donor yang sesuai dengan antibodi yang dimiliki pasien.
Detail Information
Citation
. (2019).Persentase Alloantibodi pada Pasien Thalasemia di Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta Tahun 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd