Gambaran Karakteristik Pendonor Reaktif Hepatitis C dengan Uji Saring Metode ChLIA di UTD PMI Kabupaten Bekasi pada Tahun 2019.
Latar Belakang: Salah satu upaya untuk menjaga keamanan darah sebelum ditransfusikan ke pasien adalah dengan melakukan uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD). Uji saring IMLTD dapat dilakukan dengan metode rapid test, Enzym Immuno Assay (EIA), Chemiluminescence Immuno Assay (ChLIA) dan Nucleic Acid Amplification Test (NAT). Hepatitis C adalah suatu penyakit peradangan pada jaringan hati yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik pendonor reaktif hepatitis C dengan metode ChLIA di UTD PMI Kabupaten Bekasi pada tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan mengolah data sekunder. Pendonor reaktif hepatitis C dengan uji saring metode ChLIA di UTD PMI Kabupaten Bekasi pada tahun 2019 ada 253 pendonor yang kemudian dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, pekerjaan, golongan darah, pendonor baru atau pandonor berulang dan pendonor sukarela atau pendonor pengganti. Hasil: Pendonor reaktif HCV paling banyak yaitu kelompok umur 31-40 (40%), pendonor laki-laki (86%), pegawai swasta (44%), golongan darah O (34%), pendonor baru (55%) dan pendonor sukarela (99%).
Detail Information
Citation
. (2021).Gambaran Karakteristik Pendonor Reaktif Hepatitis C dengan Uji Saring Metode ChLIA di UTD PMI Kabupaten Bekasi pada Tahun 2019..(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd