Gambaran Presentase Hasil Uji Saring Reaktif pada Donor Darah dengan Metode ChLIA dan NAT di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020.
Latar Belakang Pengamanan darah dilakukan di UDD PMI untuk memberikan darah yang aman untuk pasien maka, setiap darah donor dilakukan pemeriksaan terhadap Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV (Human Immunodeficiency Virus) dengan metode Chemiluminescent Assay (ChLIA) untuk mendeteksi adanya antigen dan atau antibodi. Nucleic Acid Testing (NAT) untuk mendeteksi adanya RNA/DNA dan mempersingkat masa jendela Tujuan untuk mengetahui Hasil Reaktif Metode ChLIA dan NAT Tahun 2020 di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian penelitian metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analitik data sekunder (ADS) yang berasal dari pemeriksaan di laboratorium. Hasil penelitian dengan total donasi sebanyak 265.213 pemeriksaan IMLTD dengan metode ChLIA menunjukan adanya kasus reaktif sebanyak 3.000 atau 1,13%. Metode NAT di UDD PMI DKI Jakarta selama tahun 2020 menunjukan adanya 2.491 reaktif NAT atau 0,94% dari total donasi. Reaktif tertinggi pada metode ChLIA pada bulan Mei 442 (2,52%) dan terendah Februari (0,95%) sedangkan pada metode NAT tertinggi pada bulan Mei 283 (1,62%) dan terendah pada bulan Februari (0,57%). Kesimpulan Jumlah donasi yang dikumpulkan pada tahun 2020 sebanyak 265.213 donor dengan hasil reaktif ChLIA sebanyak 3.000 atau 1,13% terhadap 3 (tiga) parameter dan hasil reaktif NAT sebanyak 2.491 atau 0,94% terhadap 3 (tiga) parameter.
Detail Information
Citation
. (2021).Gambaran Presentase Hasil Uji Saring Reaktif pada Donor Darah dengan Metode ChLIA dan NAT di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020..(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd