Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Persediaan Darah dan Permintaan Darah di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020
Latar belakang pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif pada seluruh sektor, salah satunya sektor kesehatan khususnya pada bidang pelayanan darah. Selama pandemi terjadi penurunan jumlah pendonor sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan darah. Penurunan drastis terjadi selama diterapkannya program pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebelum pandemi COVID-19, UDD PMI Provinsi DKI Jakarta bisa menerima 900-1.000 kantong darah per hari. Namun, jumlahnya turun menjadi 100-200 kantong per hari pada Januari 2021. Tujuan: Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap persediaan dan permintaan darah di UDD PMI DKI Jakarta pada Tahun 2020. Jenis penelitian Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Subjek penelitian data yang digunakan berupa data persediaan darah dan permintaan darah di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2020. Alat ukur penelitian data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan aplikasi microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan permintaan dan persediaan darah di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta selama pandemi COVID-19. Permasalahan ini dapat diatasi dengan mengadakan kembali kegiatan donor darah yang menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Kesimpulan pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap persediaan dan permintaan darah di UDD PMI DKI Jakarta pada tahun 2020. Jumlah persediaan dan permintaan darah bulanan selama masa pandemi COVID-19 terus mengalami penurunan. Penurunan drastis terjadi di bulan Oktober.
Detail Information
Citation
. (2021).Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Persediaan Darah dan Permintaan Darah di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd