Gambaran Kasus Inkompatibilitas pada Hasil Uji Silang Serasi Metode Column Agglutination Test (CAT) di UTD PMI Kota Tangerang Periode Tahun 2020
Latar Belakang: Uji pra transfusi adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan sebelum pemberian darah kepada pasien. Sesuai dengan standar dari AABB, uji pra transfusi lebih luas dari sekedar pemeriksaan di laboratorium, mulai dari permintaan darah dari pasien hingga pengawasan pasien setelah transfusi. Salah satu unsur dalam uji pra transfusi adalah uji silang serasi. Uji silang serasi merupakan pemeriksaan untuk melihat kecocokan antara darah donor dan darah pasien sebelum darah ditransfusikan. Menurut American Association of Blood Banks (AABB) uji silang serasi adalah suatu pemeriksaan yang menggunakan metode yang dapat menunjukan inkompatibilitas sistem ABO dan adanya antibodi signifikan terhadap antigen eritrosit. Dalam uji silang serasi sering ditemukan hasil inkompatibel atau ketidakcocokan antara darah donor dan pasien, hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran kasus inkompatibilitas pada hasil uji silang serasi metode Column Agglutination Test (CAT). Hasil Penelitian: Pada tahun 2020 di UTD PMI Kota Tangerang jumlah kasus inkompatibilitas adalah 1225 pasien, jumlah dan persentasi kasus inkompatibilitas berdasarkan klasifikasi inkompatibel mayor, minor dan AK adalah 79 pasien (6.4%), jumlah dan persentasi inkompatibel mayor yaitu 17 pasien (1.4%), jumlah dan persentasi inkompatibel minor, AK menempati posisi terbanyak yaitu 1120 pasien (91.4%) hal ini menurut Mulyantari dan Yasa (2016) disebabkan oleh autoantibodi dalam serum pasien, lalu inkompatibel minor dengan jumlah 9 pasien (0.73%).
Detail Information
Citation
. (2021).Gambaran Kasus Inkompatibilitas pada Hasil Uji Silang Serasi Metode Column Agglutination Test (CAT) di UTD PMI Kota Tangerang Periode Tahun 2020.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd