Motivasi Pendonor Plasma Konvalesen di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta
Latar belakang banyak pasien COVID-19 yang membutuhkan transfusi plasma konvalesen guna menunjang proses penyembuhan, sehingga banyak permintaan plasma konvalesen dari rumah sakit rujukan COVID-19 ke UDD PMI. Namun sebagian permintaan belum terpenuhi karena terbatasnya pendonor plasma konvalesen yang disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah kurangnya motivasi penyintas COVID-19 untuk menjadi pendonor plasma konvalesen. Tujuan penelitian untuk mengetahui motivasi pendonor plasma konvalesen. Metode penelitian adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Subyek penelitian adalah pendonor plasma konvalesen di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta. Alat ukur penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pendonor plasma konvalesen yaitu berusia antara 24-30 tahun (33.3%), berjenis kelamin laki-laki (80%), pekerjaan sebagai karyawan swasta (66.7%), jenjang pendidikan perguruan tinggi (73.3%). Mayoritas motivasi pendonor plasma konvalesen di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta adalah dapat bermanfaat bagi orang lain (86.7%) dan sumber informasi bagi calon pendonor plasma konvalesen di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta adalah keluarga (23,3%). Saran perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pedonor plasma konvalesen agar termotivasi untuk mendonorkan plasmanya di UDD PMI, memperluas cakupan pendonor plasma konvalesen untuk usia 45-51 tahun dan usia 52 tahun ke atas, jenis kelamin perempuan yg menenuhi syarat, pekerjaan TNI/POLRI dan petani/buruh serta pendidikan terakhir SD dan SMP
Detail Information
Citation
. (2021).Motivasi Pendonor Plasma Konvalesen di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd