Prevalensi Sifilas Reaktif pada pendonor baru dan Pendonor Ulang di UTD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 Metode CHLIA
Sifilis merupakan penyakit kronis dan bersifat sistemik yang disebabkan oleh bakteri Treponema palidum yang dapat ditularkan melalui transfusi darah dan komponen darah. Oleh karena itu pemeriksaan uji saring IMLTD terhadap sifilis sangat diperlukan. Dari hasil pemeriksaan reaktif sifilis akan didapatkan angka prevalensi pada pendonor. Sampai saat ini belum ada data terkait angka prevalensi sifilis reaktif pada pendonor baru dan pendonor ulang di UTD PMI DKI Jakarta. Untuk mengetahui prevalensi sifilis menggunakan pemeriksaan uji saring metoda chlia pada pendonor baru dan pendonor ulang di UTD PMI DKI Jakarta tahun 2017. Dalam penelitian ini data diambil dari hasil uji saring IMLTD reaktif pada parameter sifilis dari pendonor yang datang di UTD PMI DKI Jakarta tahun 2017. Didapatkan hasil reaktif sifilis sebanyak 341 (0,4%) dari 86.635 pendonor dalam bulan Oktober sampai Desember 2017, dengan prevalensi sifilis reaktif terbanyak pada umur 51-60 tahun yaitu 0,53%. Prevalensi sifilis reaktif tertinggi pada pendonor perempuan yaitu 0,4%. Prevalensi sifilis reaktif tertinggi pada pendonor baru yaitu 1,23%. Berdasarkan data yang diambil di UTD PMI DKI Jakarta, prevalensi tertinggi ada pada pendonor dengan kelompok usia 51-60 tahun, pada pendonor darah perempuan dan pada pendonor baru.
Detail Information
Citation
. (2019).Prevalensi Sifilas Reaktif pada pendonor baru dan Pendonor Ulang di UTD PMI DKI Jakarta Tahun 2017 Metode CHLIA.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd