Evaluasi Hasil Koinfeksi IMLTD Pada Pendonor dengan Metode ChLIA di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 - 2021
Latar belakang: transfusi darah memiliki resiko tinggi maka dari itu harus dilakukan pemeriksaan uji saring Infeksi Menular Melalui Transfusi Darah Satu sampel dapat reaktif pada satu parameter tetapi dapat pula reaktif terhadap dua parameter disebut dengan koinfeksi. Tujuan: untuk mengidentifikasi hasil koinfeksi IMLTD pada pendonor dengan metode ChLIA di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2020-2021. Metode: penelitian kuantitatif yang bersifat analisis deskriptif dengan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari hasil skrining IMLTD UDD PMI Provinsi DKI pada tahun 2020-2021. Kesimpulan: HIV-Syphilis menjadi penyebab utama pada kasus reaktif koinfeksi 2 parameter dan HBsAg-HIV-Syphilis pada reaktif koinfeksi 3 parameter dan tidak ditemukan kasus pada kasus reaktif koinfeksi 4 parameter, dan pada perbandingan didapat hasil reaktif koinfeksi tahun 2021 lebih tinggi dibandingkan kasus reaktif koinfeksi tahun 2020.
Detail Information
Citation
. (2022).Evaluasi Hasil Koinfeksi IMLTD Pada Pendonor dengan Metode ChLIA di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 - 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd