Estimasi Residual Risk HBV Metode ChLIA dan/atau NAT pada Pendonor Baru Serta Ulang di UTD PMI DKI Jakarta Tahun 2017
Perhitungan estimasi residual risk penyebaran suatu virus harus diperbaharui untuk melihat insiden infeksi pada darah donor, sebuah studi telah dilakukan di enam unit pelayanan darah di China terkait residual risk (RR) HBV dengan metode ELISA dari tahun 2014-2015, jumlah insiden HBV pada pendonor baru serta ulang sebesar 307,08 per 100.00 dan 96,83 per 100.000 donasi. Estimasi RR donor baru serta ulang 112,49 per 100.000 dan 15,49 per 100.000. saat ini penelitian mengenai estimasi RR HBV pendonor baru dan ulang dengan metode pemeriksaan ChLIA dan/ atau NAT di PMI Prov DKI Jakarta belum dilakukan, maka dari itu. Penelitian ini dilakukan untuk melihat estimasi RR HBV darah reaktif di UTD PMI DKI Jakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subjek Penelitian adalah seluruh pendonor di UTD PMI DKI Jakarta periode 1 januari- 31 Desember tahun 2017, sampel yang digunakan adalah seluruh pendonor yang reaktif HBV. Alat Ukur Penelitian metode perhitungan menggunakan rumus RR WHO. Hasil Penelitian perhitungan insiden dan estimasi RR di UTD PMI DKI Jakarta, didapatkkan Insiden donor baru 2.932,31 per 100.000 donor/tahun dengan estimasi RR sebesar 2.140,58 per 1 juta donor, sedangkan insiden donor ulang 180,77 per 100.000 donasi/tahun dengan estimasi RR sebesar 131,96 per 1 juta donor, dengan karakteristik terbanyak ditemukan pada pendonor pria sebesar 73% rentang usia 18 – 30 tahun. Kesimpulan Estimasi RR di UTD PMI DKI Jakarta lebih tinggi pada pendonor baru dibandingkan pendonor ulang, dengan ratarata usia responden 18-30 tahun.
Detail Information
Citation
. (2019).Estimasi Residual Risk HBV Metode ChLIA dan/atau NAT pada Pendonor Baru Serta Ulang di UTD PMI DKI Jakarta Tahun 2017.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd