Profil Donor Cekal pada Hasil Skrining HIV Reaktiv di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021
Latar belakang: pemeriksaan uji saring IMLTD wajib dilakukan sebelum darah ditransfusikan kepada pasien untuk menjaga keamanan darah. Pemeriksaan dapat dilakukan salah satunya dengan metode Chemiluminescence Immuno Assay (ChLIA). Risiko penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui perilaku berisiko dan transfusi darah sebesar 90%. HIV adalah penyakit infeksi yang dapat menular melalui transfusi darah dan termasuk infeksi menular seksual dengan jumlah terinfeksinya cenderung meningkat di setiap tahun, sehingga diperlukan data mengenai profil pada pendonornya. Metode: jenis penelitian deskriptif analisis dengan mengolah data sekunder. Hasil: profil pendonor reaktif HIV didominasi, yaitu pada kelompok pendonor usia 17-30 tahun sebanyak 213 pendonor (45,5%), pendonor laki-laki sebanyak 391 pendonor (84%), pekerjaan lain-lain sebanyak 200 pendonor (43%), golongan darah O sebanyak 183 pendonor (39%), pendonor baru sebanyak 344 pendonor (74%), dan pendonor sukarela sebanyak 463 pendonor (98,9%). Kesimpulan: profil donor cekal pada hasil skrining HIV reaktif di UDD PMI DKI Jakarta tahun 2021 metode ChLIA dengan total 468 pendonor, didapati berdasarkan mayoritas pada pendonor berusia 17-30 tahun, dengan jenis kelamin mayoritas laki-laki, pekerjaan mayoritas lain-lain, golongan darah mayoritas O, jenis donasi mayoritas pendonor baru, dan jumlah donasi mayoritas pendonor sukarela.
Detail Information
Citation
. (2022).Profil Donor Cekal pada Hasil Skrining HIV Reaktiv di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd