Karakteristik Hasil Uji Saring IMLTD pada Pendonor Darah Sukarela dan Pendonor Pengganti di Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta Periode Tahun 2021
Latar belakang: uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) menghindari risiko penularan infeksi dari donor ke resipien, merupakan proses penting menjamin produk darah aman ditransfusikan. Penyakit infeksi yang ditularkan melalui transfusi darah antara lain HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis. Metode: yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu pengumpulan data sekunder. Hasil: jumlah donasi pada tahun 2021 yaitu, 235.140 pendonor, pendonor sukarela 141.891 dan pendonor pengganti 84.234. Laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada kedua kelompok pendonor. Total kasus reaktif IMLTD (HBsAg, HCV, HIV dan Sifilis sebanyak 3.656 (1,62%). Persentase hasil reaktif pendonor pengganti laki-laki (77,5%), pendonor darah sukarela (71,79%). Pemeriksaan uji saring HIV terbanyak pada pendonor pengganti laki-laki (85,35%). Usia 25-44 tahun merupakan yang tertinggi hasil reaktif IMLTD nya. Pada pendonor sukarela usia 25-44 tahun hasil uji HBsAg, HCV, HIV, dan sifilis berturut-turut (61,16%), (53,59%), (67,51%), dan (50,18%). Pada pendonor pengganti didapatkan (63,68%), (62,45%), (75,8%), dan (60,43%). Pemeriksaan uji saring IMLTD dengan NAT didapatkan hasil ChLIA RR dan NAT RR (1,16%), ChLIA RR dan NAT NRR 0,55% , ChLIA NRR dan NAT RR (0,24%). Kesimpulan: persentase IMLTD reaktif paling banyak pada pendonor pengganti, laki-laki, dan usia 25-44 tahun. Metode NAT dapat dipakai untuk meningkatkan keamanan darah donor.
Detail Information
Citation
. (2022).Karakteristik Hasil Uji Saring IMLTD pada Pendonor Darah Sukarela dan Pendonor Pengganti di Unit Donor Darah PMI DKI Jakarta Periode Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd