Gambaran Pemakaian Plasma Konvalesen di Bank Darah Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Tahun 2020-2021
Latar belakang: Pada akhir tahun 2019, muncul penyakit yang disebabkan olehv virus corona jenis baru yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan China, yang diduga berasal dari reservoir virus alami dari kekelawar, World Health Organization menamai virus baru tersebut Severa Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut sebagai Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) (WHO, 2020). Penggunaan Plasma Konvalesen (PK) yang berasal dari pasien yang sudah sembuh dan memiliki antibodi sudah digunakan sejak hampir 100 tahun yang lalu, sebagai profilaksis pasca pajanan maupun pengobatan. Efektifitas terapi plasma konvalesen sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu pemberian transfuse plasma konvalesen, titer antibodi plasma konvalesen dan kondisi pasien yang menerima terapi plasma konvalesen. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan cara pengumpulan data sekunder jumlah permintaan dan pemakaian plasma konvalesen di RS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto tahun 2020-2021. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pemakaian plasma konvalesen paling di tahun 2021 (61.6%), umur 40-59 tahun (63.6%), laki- laki (73.7 %), golongan darah B (36.4%), jumlah yang tidak dipakai sebanyak (10.1%). Pembahasan: Dari 203 permintaan plasma konvalesen yang dipakai berjumlah 178 kantong (89.9%). Pemakaian < 3 hari lebih banyak (60.6%) sedangkan ? 3 hari (29.3%). Simpulan: Hasil penelitian di BDRS Bhayangkara TK.I Raden Said Sukanto tahun 2021 jumlah pemakaian plasma konvalesen meningkat karena jumlah pasien COVID-19 mengalami kenaikan serta di dukung oleh banyaknya jumlah pendonor plasma konvalesen.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Pemakaian Plasma Konvalesen di Bank Darah Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto Tahun 2020-2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd