Gambaran Faktor Risiko pada Hasil Reaktif HIV di Unit Donor Darah PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021
Latar belakang: Human Immunodeficiency Virus merupakan sebuah masalah kesehatan yang mengakibatkan jumlah angka kejadian dan angka kematian drastis selalu meningkat. HIV dapat menular melalui perpindahan cairan tubuh dari orang yang tertular HIV, yaitu menggunakan jarum suntik secara bergantian seperti tato dan pemakaian narkoba suntik dan melalui hubungan seks dengan orang yang tertular HIV. Metode: deskritif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif dan penelitian ini dilakukan di UDD PMI DKI Jakarta pada tahun 2022 dengan jumlah sampel sebanyak 146 orang. Hasil: faktor risiko berganti-ganti pasangan sebanyak 73 orang (50%), lainnya 31 orang (21,2%), tato 21 orang (14,4%), homoseksual 18 orang (12,3%), dan penasun 3 orang (2,1%). Pembahasan: hasil ini sejalan dengan peneliti sebelumnya dan data dari Kementerian Kesehatan dimana faktor risiko berganti-ganti pasangan paling banyak, perilaku seks berisiko yang tidak menggunakan kondom mempunyai andil besar atas penularan penyakit HIV. Simpulan: faktor risiko pada hasil reaktif HIV pendonor darah di UDD PMI DKI Jakarta pada tahun 2021 yang tertinggi yaitu berganti-ganti pasangan berjumlah 73 orang (50%) dan terendah yaitu penasun berjumlah 3 orang (2,1%).
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Faktor Risiko pada Hasil Reaktif HIV di Unit Donor Darah PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd