Analisis Pemilahan Darah Transfusi Pasien Thalasemia Inkompatible Pre-transfusi di Lab Rujukan UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021
Latar belakang: Pemberian transfusi darah pasien thalasemia tergantung pada tingkat keparahan usia sel darah merah. Uji silang serasi dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada antibodi dalam darah pasien yang bereaksi dengan antigen dalam darah pendonor atau sebaliknya. Uji silang serasi dapat menghasilkan dua kemungkinan, yaitu hasil kompatibel dan inkompatibel. Metode: Penelitian deskriptif untuk menggambarkan analisis pemilahan darah transfusi pasien thalasemia. Hasil: Data hasil pemilahan darah transfusi pasien thalasemia sebanyak 60 hasil pemilahan darah didapatkan hasil kompatibel mayor, minor dan auto kontrol sebanyak 20 (33,33%) kasus, kompatibel mayor dan inkompatibel minor, auto kontrol sebanyak 29 (48,33%) kasus dan inkompatibel mayor, minor dan auto kontrol sebanyak 11 (18,34%) kasus. Pembahasan: Hasil kompatibel pada pasien thalasemia, kemungkinan karena darah yang diterima sebelumnya sudah cocok. Hasil kompatibel mayor dan inkompatibel minor, auto kontrol, kemungkinan karena adanya irregular antibody dalam plasma donor atau kemungkinan adanya autoantibodi dalam sel darah merah pasien. Hasil inkompatibel mayor, minor dan auto kontrol, kemungkinan disebabkan karena adanya autoantibodi dan alloantibodi dalam serum pasien. Pasien transfusi berulang, golongan darah harus ditentukan setepat mungkin, skrining harus dilakukan setiap pasien meminta darah. Simpulan: Pada penelitian ini hasil kompatibel mayor dan inkompatibel minor, auto kontrol lebih banyak ditemukan pada pemilahan darah transfusi pasien thalasemia.
Detail Information
Citation
. (2022).Analisis Pemilahan Darah Transfusi Pasien Thalasemia Inkompatible Pre-transfusi di Lab Rujukan UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd