Gambaran Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Transfusi pada Pasien Post Partum yang Anemia di RSUD Kota Depok Tahun 2021
Latar Belakang: Perdarahan menjadi penyebab nomor satu penyumbang angka kematian ibu, di dunia sebesar 35%, di Indonesia sebesar 30,3%. Di RSUD Kota Depok selama tahun 2021 pasien ibu melahirkan yang mendapatkan transfusi paling banyak dibandingkan dari bagian lainnya yaitu 128 (30,48%) dari total 420 pasien. Metode: Penelitian deskriptif dengan data sekunder kadar hemoglobin sebelum dan sesudah transfusi. Hasil: Dari 128 pasien yang mendapat transfusi, 127 (99,22%) kadar hemoglobinnya meningkat dan 1 (0,78%) kadar hemoglobinnya tetap. Rata-rata kadar hemoglobin sebelum transfusi 7,43 gr/dL dan sesudah transfusi 9,82 gr/dL dengan selisih 2,37 gr/dL. Rata - rata kenaikan kadar hemoglobin paling tinggi sebesar 1,05 gr/dL. Pembahasan: Sel darah merah dari bank darah kualitasnya masih baik, dilihat dari naiknya sebagian besar kadar hemoglobin pasien setelah transfusi, dipengaruhi oleh terjaganya rantai dingin darah mulai dari pengambilan darah di UTD PMI Kota Depok ke bank darah, sampai ditransfusikan ke pasien. Waktu simpan darah sebelum digunakan rata-rata 6 hari, tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas sel darah merah. Simpulan: Sebagian besar kadar hemoglobin pasien sesudah transfusi naik menandakan kualitas sel darah merah baik, rantai dingin darah mulai dari UTD PMI Kota Depok ke bank darah sampai darah ditransfusikan ke pasien masih terjaga.
Detail Information
Citation
. (2022).Gambaran Kadar Hemoglobin Sebelum dan Sesudah Transfusi pada Pasien Post Partum yang Anemia di RSUD Kota Depok Tahun 2021.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd