Persentase Resipien Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA) di UTD PMI DKI Jakarta pada Bulan Juli - Desembar 2018
Resipien dengan indikasi AIHA dapat mengakibatkan anemia, karena antibodi yang terbentuk di dalam tubuh resipien menyerang sel darah merah resipien AIHA. Resipien dengan autoantibodi harus dilakukan penatalaksanaan pra-transfusi secara khusus karena autoantibodi dipengaruhi oleh suhu optimal yang dapat mengikat sel darah merah. Resipien AIHA memiliki ciri fisik terlihat pucat, adanya penurunan kadar hematokrit dan hemoglobinuria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase resipien AIHA, mengetahui jenis AIHA serta penatalaksanaan resipien AIHA. Metode penenlitian dilakukan dengan pengambilan data resipien AIHA selama 6 bulan di UTD DKI Jakarta. Hasil dari penlitian ini menunjukan pada identifikasi eluate resipien AIHA dapat mangklasifikasikan AIHA sesuai dengan tipe hangat, dingin dan campuran. Resipien AIHA terbanyak adalah AIHA tipe campuran yaitu (61,57%), sedangkan AIHA yang paling sedikit adalah AIHA tipe dingin sebanyak (1,97%). Simpulan pada resipien AIHA di PMI DKI Jakarta pada bulan Juni sampai dengan Desember tahun 2018 terdapat data 203 resipien AIHA. AIHA pada resipien diklasifikasikan sesuai tipe yaitu hangat, dingin dan campuran. Resipien AIHA terbanyak adalah tipe campuran yaitu (61,57%) sedangkan AIHA yang paling sedikit yaitu AIHA tipe dingin sebanyak (1,97%).
Detail Information
Citation
. (2019).Persentase Resipien Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA) di UTD PMI DKI Jakarta pada Bulan Juli - Desembar 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd