Prevalensi dan Karakteristik HIV Reaktif Periode Januari – Desember 2018 di UDD PMI Kota Depok
Pelayanan transfusi darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang meliputi perencanaan, pengerahan, pelestarian pendonor darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah. Penyediaan darah atau stok darah yang berada di UDD berasal dari darah pendonor sehat yang sudah melewati proses seleksi donor dan tes uji saring. Uji saring darah wajib dilakukan. Uji saring darah dimaksudkan untuk mencegah penularan infeksi yang ditularkan lewat darah dari pendonor darah kepada pasien. Pencegahan penyakit menular ini minimal meliputi pencegahan penularan penyakit terhadap HIV, hepatitis B, hepatitis C dan sifilis. Dalam hal ini, peneliti ingin mengetahui prevalensi & karakteristik HIV reaktif pada pendonor di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Depok pada periode Januari – Desember 2018, yang difokuskan pada mengetahui karakteristik, meliputi jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal. Penelitian yang dilakukan dimaksudkan dapat membantu UDD dalam bentuk informasi dan analisa tertulis mengenai prevalensi & Karakteristik HIV reaktif pada pendonor yang dinilai dari jenis kelamin, usia, dan tempat tinggal pada periode Januari – Desember 2018. Hasil dari penilitian menunjukan, dalam masa 4 tahun, yang mana didasari “laporan tahunan UDD PMI Depok mengenai hasil uji saring tahun 2018”. Didapatkan hasil bahwa jumlah laki – laki lebih tinggi yang terinfeksi HIV dibandingkan dengan perempuan, hal ini didukung data bahwa jumlah laki – laki yang terinfeksi HIV pertahun, menunjukan angka >70% setiap tahunnya. Dimana hasil uji sampel terbanyak ditemukan pada pendonor usia 25 – 44 tahun. Dari penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Rabbani didapatkan hasil sebanyak 62,1 % pada usia 25 – 44 tahun, hal ini juga bisa disebabkan karena pada usia 25 – 44 tahun adalah usia yang produktif dalam melakukan aktivitas seksual dan pengguna aktif narkotika atau obat – obatan terlarang. Penyebab tingginya risiko juga didasari pada lingkungan pendonor, dimana pada daerah perkotaan lebih banyak adanya tempat – tempat hiburan yang memungkinkan terjadinya pergaulan bebas. Sedangkan pada daerah risiko rendah letaknya lebih dekat dengan sekolah atau pesantren.
Detail Information
Citation
. (2020).Prevalensi dan Karakteristik HIV Reaktif Periode Januari – Desember 2018 di UDD PMI Kota Depok.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd