Prevalensi Hasil Skrining Antibodi Positif pada Darah Donor di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021-2023
Latar Belakang: Pemeriksaan skrining antibodi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi antibodi ireguler yang bersifat klinis pada sampel donor maupun pasien. Antibodi ireguler yang dapat ditemukan pada pasien bisa berupa autoantibodi maupun aloantibodi yang terbentuk karena paparan terhadap antigen yang tidak dimiliki pasien ketika mendapatkan transfusi darah atau Riwayat kehamilan sebelumnya. Pasien yang sering melakukan transfusi darah dapat beresiko membentuk antibodi ireguler terhadap antigen sel darah menyebabkan reaksi transfusi tipe lambat berupa lisisnya sel darah merah pasien, pada transfusi selanjutnya ditandai dengan menurunnya nilai hemoglobin dan meningkatnya kadar bilirubin. Dari 70 sampel dengan hasil positif di laboratorium rujukan UTD PMI DKI Jakarta paling banyak ditemukan Anti-E sebesar 48% dikarenakan pasien sering melakukan transfusi darah. Skrining antibodi pada darah donor penting dilakukan untuk menjaga keamanan darah dan sebagai salah satu upaya untuk mengetahui secara dini ada tidaknya antibodi dalam plasma dan mencegah terjadinya reaksi transfusi. Dengan tujuan untuk mengetahui prevalensi hasil skrining antibodi positif pada darah donor di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021 2023. Metode Penelitian: Metode pada penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebayak 1.044.303 pendonor, dengan sampel sebanyak 1.570 dengan hasil skrining antibodi positif. Hasil: Hasil dari 1.570 sampel, prevalensi skrining atibodi positif terbanyak ditemukan pada golongan darah B sebanyak 494 (31.46%), diikuti dengan golongan darah A sebanyak 480 (30.57%), golongan darah O sebanyak 430 (27.39%), dan golongan darah AB sebanyak 165 (10.51%). jenis antibodi yang paling sering ditemukan adalah anti-M sebanyak 115 sampel (7.32%), anti-E sebanyak 68 sampel (4.33%), dan anti-Lea sebanyak 68 sampel (4.33%). Simpulan: Pada pemeriksaan skrining antibodi positif ditemukan pada tahun 2021 sebesar 558 (0.18%), Tahun 2022 sebesar 429 (0.12%), dan pada Tahun 2023 sebesar 583 (0.16%). Skrining antibodi tetap penting dilakukan untuk menjamin keamanan transfusi darah.
Detail Information
| Bagian |
Informasi |
| Pernyataan Tanggungjawab |
Penulis: Nazwa Rabiba dan Pembimbing: Diana Novita, S.ST., M.K.M |
| Pengarang |
Nazwa Rabiba - Personal Name
|
| Edisi |
Print |
| No. Panggil |
2021061031 NAZ p |
| Subyek |
SKRINING ANTIBODI
|
| Klasifikasi |
378.3407 |
| Judul Seri |
|
| GMD |
Text |
| Bahasa |
Indonesia |
| Penerbit |
Akademi Bakti Kemanusiaan Palang Merah Indonesia |
| Tahun Terbit |
2024 |
| Tempat Terbit |
Jakarta |
| Deskripsi Fisik |
xiv + 49 halaman : ilustrasi ; 29,7 cm |
| Info Detil Spesifik |
|
Citation
. (2024).Prevalensi Hasil Skrining Antibodi Positif pada Darah Donor di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2021-2023.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd