Analisis Kasus HDN ABO dan Transfusi Tukar di Laboratorium Rujukan UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024
Latar belakang: Hemolytic Disease of the Newborn akibat inkompatibilitas golongan darah ABO merupakan salah satu penyebab hiperbilirubinemia berat pada bayi baru lahir. Kondisi ini terjadi ketika antibodi IgG dari ibu dengan golongan darah O menyerang eritrosit bayi bergolongan darah A atau B, yang dapat menyebabkan anemia, kernikterus, hingga kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan laboratorium rujukan UDD PMI Provinsi DKI Jakarta periode Januari hingga Desember 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, mencakup data golongan darah bayi, data bayi yang menjalani transfusi tukar, serta kadar titer antibodi pada ibu yang kemungkinan melahirkan bayi dengan HDN ABO. Hasil: Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa 51% bayi dengan HDN ABO memiliki golongan darah A, dan 49% bergolongan darah B. Seluruh bayi yang mengalami HDN ABO menjalani transfusi tukar. Titer antibodi pada ibu sebagian besar berada pada kadar rendah hingga sedang (titer 2?8), dengan hanya satu kasus titer mencapai 16 menunjukkan bahwa walaupun sebagian besar ibu memiliki titer antibodi rendah, seluruh bayi tetap mengalami HDN ABO hingga memerlukan transfusi tukar. Simpulan: HDN ABO dapat terjadi meskipun titer antibodi ibu tergolong rendah, dan seluruh kasus dalam penelitian ini memerlukan transfusi tukar. Hal ini menegaskan pentingnya pemantauan titer antibodi ibu selama kehamilan.
Detail Information
Citation
. (2025).Analisis Kasus HDN ABO dan Transfusi Tukar di Laboratorium Rujukan UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd