Analisis Hasil Uji Saring IMLTD Reaktif Pada Darah Donor Dengan Metode CHLIA dan NAT di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Periode 2022-2024
Latar Belakang : Transfusi darah yang aman merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan, terutama untuk mencegah penularan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV), Hepatitis B (HBV), dan Hepatitis C (HCV). Deteksi dini melalui uji saring sangat diperlukan agar darah yang ditransfusikan benar-benar aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hasil reaktif darah donor terhadap HIV, HBV, dan HCV menggunakan metode Chemiluminescence Immunoassay (CHLIA) dan Nucleic Acid Test (NAT), serta menganalisis tren reaktivitas selama periode 2022 hingga 2024 di Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan laboratorium. Pemeriksaan dengan metode CHLIA menunjukkan bahwa kasus reaktif tertinggi terjadi pada parameter HBV sebanyak 3.586 kasus (0,32%), diikuti HCV sebanyak 2.703 kasus (0,24%), dan HIV sebanyak 1.150 kasus (0,10%). Hasil diskriminatory NAT mendeteksi 157 (0,0141) kasus HBV, 10 (0,0009) kasus HCV, dan 9 (0,0008) kasus HIV. Sementara pada pemeriksaan gabungan CHLIA dan NAT, terdeteksi 2.837 sampel reaktif terhadap HBV (0,25%), 711 terhadap HIV (0,06%), dan 641 terhadap HCV (0,05%). Simpulan dari penelitian ini adalah dengan dilakukannya pemeriksaan IMLTD 2 metode yaitu CHLIA dan NAT secara paralel dapat meningkatkan keamanan terhadap darah donor.
Detail Information
Citation
. (2025).Analisis Hasil Uji Saring IMLTD Reaktif Pada Darah Donor Dengan Metode CHLIA dan NAT di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Periode 2022-2024.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd