Gambaran Perbandingan Persentase Hasil Reaktif IMLTD Pada Pendonor Baru dan Pendonor Berulang di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 - 2024
Latar Belakang: Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) masih menjadi salah satu tantangan dalam proses pelayanan darah yang aman. Meskipun telah dilakukan proses seleksi dan skrining, pendonor baru umumnya memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi dibandingkan pendonor berulang. Hal ini dapat disebabkan karena belum adanya riwayat donasi sebelumnya dan minimnya edukasi kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan data sekunder yang diperoleh dari hasil skrining laboratorium di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2020 hingga 2024. Data yang dianalisis meliputi hasil pemeriksaan HIV, Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (HCV), dan Sifilis pada kelompok pendonor baru dan pendonor berulang. Analisis dilakukan dengan teknik tabulasi dan perhitungan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendonor baru memiliki persentase hasil reaktif yang lebih tinggi pada seluruh parameter IMLTD dibandingkan pendonor berulang. Selain itu, ditemukan adanya tren penurunan hasil reaktif setiap tahun pada kedua kelompok pendonor. Hal ini mencerminkan peningkatan efektivitas sistem skrining serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah yang aman dan berkualitas. Simpulan: Pendonor baru cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap IMLTD. Namun demikian, tren penurunan hasil reaktif dari tahun ke tahun menunjukkan adanya perbaikan dalam sistem pelayanan darah dan edukasi pendonor. Data ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam menyusun strategi skrining dan promosi donor berulang secara berkelanjutan.
Detail Information
Citation
. (2025).Gambaran Perbandingan Persentase Hasil Reaktif IMLTD Pada Pendonor Baru dan Pendonor Berulang di UDD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020 - 2024.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd