Analisa Hasil Reaktif Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah Pada Pendonor Darah Berulang di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2023-2024
Latar Belakang: Transfusi darah merupakan tindakan medis yang penting dalam pelayanan kesehatan, namun berisiko menularkan infeksi melalui darah jika tidak dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis menjadi perhatian utama dalam menjaga keamanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil reaktif IMLTD pada pendonor berulang di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta tahun 2023?2024. Metode: Menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan analisis data univariat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data pendonor berulang yang reaktif IMLTD di UDD PMI DKI Jakarta pada tahun 2023-2024 yaitu sebanyak 1.935 pendonor. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus reaktif hepatitis B pada pendonor berulang menurun dari 167 (0,058%) pada tahun 2023 menjadi 128 (0,043%) pada tahun 2024. Hepatitis C mengalami peningkatan dari 281 (0,097%) pada tahun 2023 menjadi 296 (0,098%) pada tahun 2024. HIV menurun dari 130 (0,045%) pada tahun 2023 menjadi 120 (0,040%) pada tahun 2024. Sementara itu, kasus sifilis meningkat dari 381 (0,132%) pada tahun 2023 menjadi 432 (0,143%) pada tahun 2024. Kesimpulan: Pendonor darah berulang reaktif IMLTD di UDD PMI DKI Jakarta paling banyak pada kasus sifilis dan hepatitis C tahun 2024.
Detail Information
Citation
. (2025).Analisa Hasil Reaktif Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah Pada Pendonor Darah Berulang di UDD PMI DKI Jakarta Tahun 2023-2024.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd