Uji Stabilitas Anti-A dan Anti-B : Pengaruh Suhu 37°C dan 56°C Terhadap Stabilitas Reagen
Penggunaan reagen antisera sudah menjadi uji rutin dalam pemeriksaan konfirmasi golongan darah ABO di bidang pelayanan transfusi darah. Untuk mendapatkan reagen yang berkualitas serta hasil pemeriksaan yang benar maka reagen harus dilakukan uji stabilitas. Standar suhu penyimpanan antisera golongan darah disimpan pada suhu 2-8˚C. Penyimpanan yang kurang tepat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan mempengaruhi stabilitas antisera. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada penurunan stabilitas antisera pada suhu 37˚C dan suhu 56˚C terhadap antisera A dan B. Penelitian ini dilakukan selama 12 minggu dimulai dari hari ke-0, 7, 14, 21, 28, sampai hari ke-84 dengan pemeriksaan meliputi tes potensi, tes aviditas, dan tes spesifiitas. Metode penelitian eksperimental dengan studi perbandingan antisera yang disimpan pada suhu 37˚C dan di suhu 56˚C. Hasil penelitian menunjukkan antisera yang disimpan pada suhu 37˚C memenuhi standar uji stabilitas antisera yang meliputi tes potensi sampai penyimpanan hari ke-77, tes aviditas dan tes spesifisitas sampai penyimpanan hari ke-84 dengan grade 3+. Sedangkan, antisera yang disimpan pada suhu 56˚C memenuhi standar uji stabilitas yang meliputi tes potensi, tes aviditas dan spesifisitas sampai penyimpanan hari ke-0. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil uji stabilitas antisera masih stabil dan layak digunakan yaitu pada suhu 37˚C sampai 11 minggu penyimpanan. Pentingnya penyimpanan antisera sesuai dengan standar suhu penyimpanan sangat berpengaruh terhadap stabilitas dan kualitas antisera.
Detail Information
Citation
. (2020).Uji Stabilitas Anti-A dan Anti-B : Pengaruh Suhu 37°C dan 56°C Terhadap Stabilitas Reagen.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd