Persentase Hasil Skrining HIV Reaktif Metode NAT pada Donor Baru dan Berulag di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018
Human Immunodefisiensi Virus (HIV) adalah virus penyebab Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dapat ditularkan melalui darah penderita pada waktu transfusi darah atau penggunaan alat suntik yang dipakai bersama sama. Penularan melalui hubungan seksual baik pada homoseksual maupun heteroseksual dan penularan pada waktu proses persalinan dari ibu yang menderita HIV atau AIDS keanak yang dilahirkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase hasil reaktif HIV metode NAT pada donor baru dan berulang di UTD DKI Provinsi Jakarta tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah semua data pendonor darah di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta tahun 2018 Teknik pengumpulan data dengan mengambil data sekunder. Hasil penelitian dari 357.382 pendonor, terdapat 82.425 (23,0%) pendonor baru dan 274.957 (77,0%) pendonor ulang. Dari 357.382 pendonor dilakukan pemeriksaan IMLTD secara NAT, sebanyak 2.428 pendonor memiliki hasil pemeriksaan NAT reaktif dan ditemukan 1 (0,00028%) sampel pendonor baru yang memiliki hasil HIV reaktif diskriminatori NAT. Kesimpulan penggunaan pemeriksaan Individual Test NAT secara kontinyu dapat meningkatkan keamanan darah.
Detail Information
Citation
. (2020).Persentase Hasil Skrining HIV Reaktif Metode NAT pada Donor Baru dan Berulag di UTD PMI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd