Persentase Hasil Reaktif Sifilis Metode CHLIA pada Pendonor Baru dan Berulang di UDD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Penyakit sifilis atau yang sering disebut “raja singa” adalah penyakit kelamin yang bersifat kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase hasil reaktif sifilis metode chlia pada donor baru dan berulang di UDD PMI Kabupaten Bekasi tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pendonor di UDD PMI Kabupaten Bekasi tahun 2018 dan sampelnya adalah seluruh pendonor dengan hasil uji saring reaktif sifilis pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data dengan mengambil data laporan pendonor dan hasil uji saring IMLTD selama tahun 2018. Dari donasi di tahun 2018 didapatkan 62.390 pendonor, donor baru sebanyak 18.511 (0,54%) dan donor berulang sebanyak 43.879 (0,10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pendonor yang reaktif terhadap sifilis di UDD PMI Kabupaten Bekasi tahun 2018 adalah pendonor baru sebanyak 100 (0,54%) orang. Persentase hasil reaktif sifilis metode chlia pada donor baru dan berulang di UDD PMI Kabupaten Bekasi tahun 2018 tertinggi yaitu didapatkan pada donor baru. Saran bagi UDD PMI Kabupaten Bekasi diperlukan seleksi donor yang lebih diperketat untuk menghindari lolosnya donor dengan risiko tinggi melalui kuesioner dan wawancara pra donasi. Menghindari atau membatasi lokasi pelaksanaan mobile unit (MU) ditempat rawan penyebaran penyakit sifilis seperti lokalisasi, rumah tahanan, dan tempat tempat rawan lainnya.
Detail Information
Citation
. (2020).Persentase Hasil Reaktif Sifilis Metode CHLIA pada Pendonor Baru dan Berulang di UDD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd