Prevalensi Alloantibodi Irreguler pada Darah Resipien di Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta Tahun 2018
Imunohematologi merupakan cabang ilmu hematologi yang mempelajari reaksi antigen dan antibodi pada sel darah merah. Imunohematologi ini digunakan pada bidang pelayanan transfusi darah. Konsep imunohematologi yang digunakan dalam pelayanan transfusi darah adalah pemeriksaan pra-transfusi dan mendeteksi adanya reaksi transfusi yang ditandai adanya antibodi terhadap sel darah. Selain pada proses transfusi, kondisi lain yang dapat mencetus antibodi terhadap sel darah adalah proses kehamilan. Alomimunisasi sel darah merah merupakan komplikasi yang umum terjadi pada pasien yang membutuhkan transfusi darah secara berulang. Respon kekebalan ini terjadi karena adanya perbedaan genetik antara darah donor dan penerima sehingga menginduksi pembentukan alloantibodi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak dan spesifikasi alloantibodi yang berada di UTD PMI DKI Jakarta tahun 2018. Data penelitian ini diperoleh dari bagian referral UTD PMI Jakarta. 2414 sampel resipien rujukan yang masuk ke laboratorium referral dilakukan pemeriksaan identifikasi antibodi dengan metode Indirect Coombs Test (ICT). Dari hasil identifikasi antibodi terdeteksi adanya alloantibodi pada 240 resipien. Dari 240 antibodi resipien yang terdeteksi yang terbanyak adalah antibodi E sebanyak 91 (37,9%) resipien dan yang terkecil adalah antibodi Fyb dan Mia masing masing 1 (0,4%) resipien. Hal ini memberikan gambaran bahwa dengan dilakukannya pra-transfusi dapat memberikan darah yang cocok bagi resipen sehingga dapat mengurangi resiko terbentuknya alloantibodi dan reaksi transfusi.
Detail Information
Citation
. (2019).Prevalensi Alloantibodi Irreguler pada Darah Resipien di Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta Tahun 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd