Pemetaan Donor Darah Sukarela Berdasarkan Hasil Reaktif Hepatitis B di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Darah sebagai salah satu upaya kesehatan dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan sangat membutuhkan ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman, mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Di seluruh dunia, dua miliar orang telah terinfeksi virus hepatitis B (HBV), 360 juta memiliki infeksi kronis, dan 600.000 meninggal setiap tahun karena penyakit hati terkait HBV atau karsinoma hepatoseluler. Mengingat prevalensi penyakit Hepatitis B di Indonesia juga tinggi yaitu 7,1% maka menjadi dasar untuk kehati-hatian dalam melakukan uji saring darah DDS. Tujuan Penelitian untuk mengetahui mamping wilayah berdasarkan hasil uji saring dengan data kesakitan penyakit hepatitis B. Metode penelitian adalah deskriptif analitik. Data sekunder berupa hasil pemeriksaan jumlah uji saring IMLTD tahun 2018 Di UTD PMI Kab Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62.390 pendonor yang di lakukan uji saring IMLTD meliputi 25 Kecamatan yang ada di Kab. Bekasi. Berdasarkan data yang didapat Bekasi terdapat 1 Kecamatan yang tertinggi terhadap reaktif Hepatitis B yaitu Kecamatan Tambun Selatan sebanyak 14 (0,22%) pendonor.
Detail Information
Citation
. (2020).Pemetaan Donor Darah Sukarela Berdasarkan Hasil Reaktif Hepatitis B di UTD PMI Kabupaten Bekasi Tahun 2018.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd